Pemicu-Pemicu Enggan Bongkar Koper Usai Traveling

Pemicu-Pemicu Enggan Bongkar Koper Usai Traveling

Berita Terbaru Berlibur pasti adalah hal yang paling menyenangkan. Berkunjung ke obyek wisata yang tidak pernah dikunjungi, berjumpa dengan orang baru, sampai habiskan waktu bersama dengan beberapa orang paling dekat, ialah banyak hal yang dapat kamu kerjakan waktu berlibur.Walau menyenangkan, berlibur panjang kadang melelahkan.

Setelah berlibur, merebahkan diri di kasur yang empuk rasa-rasanya benar-benar menyenangkan. Terkadang, ini buat kamu malas untuk membuka koper sesudah berlibur. Dikutip Huffpost, tidak cuma hanya itu, nyatanya ada banyak fakta lain yang membuat satu orang jadi malas membuka koper sesudah liburan.

Pemicu-Pemicu Enggan Bongkar Koper Usai Traveling

Keceriaan yang Sudah Hilang
Sesudah berlibur selesai, rasa senang nyatanya turut menyusut. Serta, saat sampai di dalam rumah, beberapa traveler sudah memikirkan bagaimana mereka akan kembali pada kegiatan rutin yang ada. Menurut travel blogger Jessica Norah, tidak sama waktu ingin berlibur, kamu pasti mencicil atau mempersiapkan perlengkapan traveling-mu jauh hari dengan batasan waktu khusus. Sesudah berlibur, traveler condong menahan-nahan untuk memberesekan isi koper.

“Tapi saat kamu kembali dari traveling, keceriaan hilang serta tidak ada batasan waktu untuk membuka koper,” kata Norah.

Serta, menurut asisten profesor klinis psikiater di Kampus George Washington, Jean Kim, mengutarakan jika tunda membuka koper sesudah berlibur kemungkinan adalah usaha untuk menjaga kesenangan diperjalanan.


“Ini kemungkinan langkah untuk menjaga perasaan kebebasan yang kemungkinan mereka punya waktu melancong. Pada intinya, berpura-pura mereka masih di jalan, bukannya kembali pada aktivitas kehidupan biasa mereka,” tuturnya.

Masih Dalam Situasi Berlibur
Saat satu orang sudah usai berlibur. Beberapa dari mereka masih merasakan ada di situasi berlibur. Bukannya ada di situasi berlibur, mereka condong menahan-nahan untuk membereskan koper mereka. Menurut Psikolog Klinis, Tamara McClintock Greenberg, penangguhan seringkali berlangsung saat kita grogi mengenai suatu hal, atau mempunyai perasaan tidak menyenangkan mengenai hal yang kita jauhi.

“Saya fikir tidak membuka (koper) adalah langkah untuk menghindarkan perasaan jika kesenangan sudah selesai. Jadi dalam soal itu, kemungkinan membuka ialah langkah untuk menjaga perjalanan atau seperti penyanggahan jika berlibur sudah selesai, walau dengan tidak menolong,” kata Greenberg.

Membawa Begitu Banyak Barang
Fakta selanjutnya mengapa kamu malas membuka koper sesudah berlibur, ialah sebab bawa kebanyakan barang. Salah seorang travel blogger namanya Rupert Wolfe Murray, menjelaskan, sangat banyak traveler yang kesusahan membuka koper, sebab kebanyakan bawa barang.

“Saat berlibur kita seringkali hadapi dengan bagaimana untuk bawa banyak barang dalam ruangan yang terbatas. Punyai urusan dengan hal semacam itu ialah pekerjaan besar dengan psikologis serta melancong itu melelahkan, jadi kita condong biarkan,” kata Murray.

Rasa Malas yang Menghantui
Capek bukan salah satu fakta mengapa satu orang tunda untuk membuka koper sesudah berlibur. Menurut Kim, ada banyak kondisi yang sangat mungkin satu orang tunda untuk membuka kopernya, seperti rasa malas yang menghantui.

Walau sebenarnya mengulur-ulur waktu untuk buka koper akan bikin rugi diri kita, sebab akan ada banyaknya waktu yang terbuang. Toh, kelak kamu akan membukanya.

ÔÇťAdalah normal untuk sedikit susah serta sedih untuk kembali dari berlibur yang benar-benar ditunggu. Buat beberapa orang, ini dapat juga sebagai wakil suatu hal yang semakin besar seperti ketidakbahagiaan dengan pekerjaan, jalinan, kondisi rumah serta yang lain,” tutur Kim.

Walau demikian, membuka koper sesudah berlibur, bukan akhir dari segala hal. Ada cara-cara yang dapat dikerjakan supaya kamu tidak malas saat membuka koper. Dari mulai sesuaikan barang dengan waktu berlibur, tidak bawa banyak barang, sampai memisahkan beberapa barang yang akan dibawa waktu liburan.

Jadi, jangan malas membongkar kopermu sesudah liburan, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *