Mengapa Warna Pink Simbol Hari Valentine?

Mengapa Warna Pink Simbol Hari Valentine?

Berita Terbaru Ladies, Hari Valentine sesaat datang. Untuk menyongsong hari kasih sayang ini umumnya pusat belanja, kafe, beberapa toko fashion, restoran, sampai hotel umumnya menghadirkan situasi romantis melalui beberapa ornament memiliki nuansa pink.Warna pink memang sering dihubungkan dengan beberapa hal yang romantis sebab warnanya yang lembut. Tetapi tahukah Anda bila nyatanya walau seringkali dihubungkan dengan Hari Valentine, warna ini bukan berasal dari bunga mawar yang notabene seringkali dijadikan sebagai hadiah pada hari kasih sayang.

Warna pink sebetulnya berasal bunga namanya Pinks yang mempunyai nama latin Dianthus Plumarius. Bunga ini lebih diketahui dengan panggilan Wild Pink. Bunga Pinks sebetulnya berasal dari Austria, Kroasia, serta Slovenia, tetapi selanjutnya banyak dibudidayakan di Italia, Jerman, serta Inggris.Pink sendiri baru dipakai jadi nama warna pada era ke-17. Semenjak itu warna pink dipandang dapat merepresentasikan sifat-sifat khusus. Dari mulai kesopanan, kepekaan, serta feminitas. Lantas bila warna ini digabungkan dengan warna putih, keduanya dapat merepresentasikan kesucian serta kepolosan. Sedang gabungan warna pink serta hitam dapat melambangkan erotisme serta keseksian.

Mengapa Warna Pink Simbol Hari Valentine?

Benarkah Warna Pink Hanya untuk Wanita?
Beberapa dari kita kemungkinan banyak tahu jika warna pink tetap sama dengan warna wanita. Sejak dahulu, orangtua umumnya tetap pilih pakaian berwarna pink, sepatu, tas sekolah, aksesories, cat kamar, sampai sprei kasur berwarna pink untuk anak perempuannya. Sedangkan untuk pria, mereka akan dipilihkan beberapa warna yang lebih maskulin seperti warna biru contohnya.Walau sebenarnya, menurut Leatrice Eiseman, color ahli serta direktur eksekutif dari Pantone Color Institute, kenyataannya dahulu warna pink dipandang seperti warna yang maskulin. Di buku-buku serta katalog lama, pink ialah warna untuk anak kecil lelaki.Valerie Steele, direktur dari Museum Fashion Institute of Technology di New York menjelaskan jika dahulu anak kecil lelaki atau wanita saling mengenakan pakaian berwarna pink serta biru.

“Jika kita kembali pada era ke-18, anak kecil lelaki serta wanita dari golongan atas kenakan warna pink serta biru serta warna lain dengan seragam,” papar Valerie Steele, seperti diambil dari CNN.

Oleh karenanya, sampai sekarang buat beberapa orang, warna pink atau pink jadi warna yang tabu untuk dikenai oleh beberapa pria. Karena itu saat lihat pria berpakaian pink, seringkali banyak muncul opini yang menjelaskan jika lelaki itu kelihatan ‘norak’, tidak maskulin, atau sama dengan pria-pria gay waktu mereka kenakan pakaian pink.Ditambahkan, waktu masuk era ke-19, banyak pria dari Barat mulai kenakan beberapa warna gelap. Valerie Steele memiliki pendapat jika feminisasi warna pink diawali pada era itu.

Populer di Dunia Fashion
Bicara masalah baju, warna pink banyak dipopulerkan lewat beberapa industri. Terhitung industri fashion serta beauty.Pada tahun ‘50-60-an, warna pink selanjutnya jadi benar-benar terkenal sesudah beberapa tokoh publik seperti Jackie Kennedy serta Marilyn Monroe mengenakan baju berwarna pink dengan shades cerah yang dapat membuat warna itu terlihat eksklusif serta berkualitas.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun ‘80-an warna pink ada jadi sentuhan eksentrik serta edgy sebab banyak dikenai oleh band punk seperti The Ramones serta The Clash.Jaman silih bertukar, warna pink berevolusi. Dari jadi warna yang sering dipakai oleh golongan bangsawan, menjadi ikon buat tokoh populer, serta sampai menjadi sentuhan eksentrik pada penampilan edgy khas anak punk.

Sekarang, warna pink masih menjadi tren di dunia fashion yang tidak akan lekang oleh jaman. Banyak rumah-rumah mode terkenal yang dalam tiap koleksinya tetap mendatangkan warna pink. Sebutlah saja Dior, Gucci, Kate Spade, serta Rodarte yang beberapa waktu belakangan ini lumayan banyak meluncurkan koleksi memiliki nuansa pink.Tidak itu saja, dunia kecantikan ikut memakai warna pink dalam beberapa faktor. Dari mulai sisi paket, campaign, sampai shades lipstik berwarna pink yang benar-benar bervariasi.

“Selama dua tahun terakhir, saat saya mulai melihat sejarah warna, beberapa orang sudah ambil sikap baru pada warna pink. Kami sudah lihat timbulnya warna pink milenial (millenial pink) sebagai the ‘It’ color atau warna yang sedang tren,” demikian papar Valerie Steel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *