Alasan Ibu Hamil Kadang Sering Menangis

Alasan Ibu Hamil Kadang Sering Menangis

Berita Terbaru Ada banyak perubahan, baik fisik atau emosi, yang umumnya berlangsung waktu hamil. Diantaranya ialah jadi seringkali menangis. Ya, waktu hamil Anda mungkin merasakan lebih peka serta jadi gampang menangis sebab beberapa hal remeh.

Mencuplik Parents, Dokter Spesialis Kandungan di Amerika Serikat, Dr. Marra Francis, menerangkan jika pergantian hormon kehamilan memang dapat mengakibatkan pergantian situasi hati yang demikian cepat. Waktu hamil, hormon estrogen serta progesteron bertambah, hingga dapat mengakibatkan Anda mengalami mood swing.

Alasan Ibu Hamil Kadang Sering Menangis


Selain itu, menurut psikolog Tara de Thouars, BA, M.Psi, ibu hamil umumnya paling susah mengontrol emosinya di trimester pertama. Ini karena, ibu hamil masih butuh beradaptasi dengan pergantian yang dirasakan.


Tidak hanya sebab pergantian hormon, seringkali menangis waktu hamil dapat juga karena disebabkan unsur genetik. Jadi, jika orangtua Anda alami hal sama maka Anda memang beresiko tambah tinggi untuk merasakannya. Untuk menangani perasaan yang lebih sensitif waktu hamil, Anda dapat lakukan cara-cara ini:

1.Yakinkan Anda tidur cukup selama 7 sampai 9 jam satu hari, sebab kurang tidur bisa memengaruhi tingkat depresi.

2.Mengonsumsi makanan sehat, jauhi alkohol, batasi cafein, gula serta makanan olahan.

3.Beraktivitas fisik contohnya olahraga. Tetapi pilih olahraga dengan gerakan aman misalnya: berenang, yoga, senam atau bersepeda statis. Tetapi langkah terbaik ialah konsultasikan dengan dokter sebab keadaan tiap ibu hamil berlainan.

4.Sharing dengan ibu atau wanita hamil yang lain. Maksudnya, supaya memperoleh dukungan emosional dan dapat berbagi cerita.

5. Walau seringkali menangis waktu hamil ialah hal yang lumrah, tetapi hal tersebut dapat juga jadi sinyal terdapatnya permasalahan kesehatan mental seperti stres. Jika Anda pun alami pertanda misalnya: kesusahan berkonsentrasi, tidak nafsu makan, tidak minat mengikuti pekerjaan yang umumnya disukai, merasakan tidak berharga, merasakan bersalah atau seringkali atau kurang tidur selama 2 minggu atau lebih, selekasnya pergi ke dokter kandungan untuk konsultasi.

Menangis memang tidak membahayakan bayi di kandungan. Tetapi, stres dapat berefek negatif pada kehamilan Anda. Mencuplik Healthline, satu studi pada 2016 menemukan jika permasalahan kesehatan mental seperti rasa kuatir serta stres selama hamil bisa meningkatkan efek kelahiran prematur serta berat badan lahir rendah pada bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *