Buffon Enggan Pensiun Jadi Pemain Sepakbola

Buffon Enggan Pensiun Jadi Pemain Sepakbola

Berita Terbaru Gianluigi Buffon belum ingin berhenti bermain sepak bola dengan kompetitif. Di usianya yang telah menginjak 41 tahun, Buffon membuka lembaran kedua bersama dengan Juventus usai kembali pada jendela transfer panas musim ini.Ya, Buffon sebelumnya telah menjadi sisi Bianconeri pada 2001-2018. Dalam kurun waktu itu, sederet gelar kolektif sampai gelar individu telah direngkuh Buffon. Salah satu yang impresif ialah Scudetto dalam tujuh musim beruntun (2011-2017).

Jika ada yang membuat capaian Buffon belum paripurna di level klub, maka itu ialah gelar Liga Champions yang urung didapatkan. Keinginan mendapatkan trofi ‘Si Kuping Lebar’ sampai bikin Buffon hijrah ke Paris Saint-Germain pada musim 2018/19. Tergabung bersama dengan pemain macam Neymar, Edinson Cavani, sampai Kylian Mbappe, Buffon kenyataannya kembali tidak berhasil memenangkan persaingan antarklub tertinggi Eropa itu. PSG didepak Manchester United di 16 besar.Pulang ke Turin, ambisi menapaki podium tertinggi Liga Champions masih digenggam Buffon. Jawara Piala Dunia 2006 bersama dengan Tim nasional Italia itu serta menyebut Liga Champions salah satu alasan dirinya masih bermain di usia kepala empat.

Buffon Enggan Pensiun Jadi Pemain Sepakbola

“Buat saya, itu (Liga Champions) ialah stimulus serta saya bersyukur jika hidup belum mengizinkan untuk memenangkan trofi itu. Jika (kondisinya) tidak begitu, saya akan bertanya pada diri sendiri kenapa masih bermain,” kata Buffon dikutip Goal International.

“Saya senang masih bisa bermain serta kembali berusaha, tetapi tidak ada jaminan untuk saya untuk setidaknya bermain satu pertandingan di Liga Champions. Juventus bukan tim amatir, saya akan bermain jika pelatih memang memerlukan saya,” katanya menambahkan.

Bersama dengan Juventus, Buffon memang paling dekat mewujudkan mimpi jadi penguasa Liga Champions. Tertera tiga kali dia mampu membawa ‘Si Nyonya Tua’ mentas di partai final (2003, 2015, serta 2017). Tetapi, tiga kali juga Buffon kudu puas memiliki status runner-up.Musim ini, Buffon boleh jadi bisa melambungkan optimisme karena Juventus telah diperkokoh oleh Cristiano Ronaldo yang haus akan gelar Liga Champions. Tetapi, hadirnya figur Portugal itu tidak berarti jadi garansi tentu buat Buffon serta Juventus.Ialah perolehan musim kemarin yang menjadi dasarnya. Meski Ronaldo tampil ciamik serta sempat melahirkan keajaiban di babak 16 besar, Juventus didepak Ajax Amsterdam di perempat final.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *