Macam-Macam Spesies Laba-laba Raksasa

Macam-Macam Spesies Laba-laba Raksasa

Berita Terbaru Punya fobia atau tidak, siapa pun pasti dibuat merinding bin ngeri oleh laba-laba. Selain tubuhnya yang berkaki delapan, bertaring, dan bermata banyak, hewan ini suka muncul tiba-tiba di tempat tak terduga.

Belum lagi beberapa spesies yang bisa membuat manusia dewasa tumbang oleh racunnya. Banyak orang spontan berteriak dan lari ketika bertemu hewan yang satu ini.

Selama ini, seberapa besar ukuran laba-laba yang pernah kamu lihat? Pernah membayangkan laba-laba selebar piring makanmu atau cukup besar untuk memakan burung dan ular?

Bukan fiksi semata, spesies laba-laba sebesar itu benar-benar ada. Berikut spesies laba-laba raksasa didunia antara lain :

Macam-Macam Spesies Laba-laba Raksasa

Poecilotheria rajaei
Spesies tarantula ini baru ditemukan di Srilanka Utara pada tahun 2013 lalu. Dengan ukuran rentang tubuh hingga 20 cm, laba-laba ini cukup besar untuk memeluk wajahmu.

Racun mereka tidak berbahaya bagi manusia, tapi cukup beracun untuk membunuh mangsanya seperti tikus, kadal, burung dan ular kecil. Pola geometris kuning dan abu-abu pada beberapa pasang kaki cukup membedakan rajaei dengan tarantula lain di genus poecilotheria.

DilansirLive Science, Poecilotheria rajaei terbilang sangat langka. Mereka suka berada di pohon-pohon tua, dan penebangan hutan membuat angka populasi mereka menurun. Karena habitat mereka dirusak, mereka mulai memasuki bangunan-bangunan tua.

Theraphosa blondi
Theraphosa blondi atau biasa disebut Goliath bird-eating spider merupakan spesies laba-laba terbesar di dunai bila dilihat dari berat dan ukuran tubuhnya.

Biarpun namanya berarti laba-laba raksasa pemakan burung, laba-laba ini memangsa serangga, katak, dan hewa pengerat seperti tarantula pada umumnya. Julukan tersebut didapat saat seorang penjelajah pertama kali menemukan laba-laba ini tengah memakan burung kolibri.

Rentang tubuh ‘pemakan burung’ ini bisa mencapai 28 cm dan memiliki berat hingga 175 gram. Taringnya memiliki panjang antara 1,9-3,8 cm, dan cukup tajam dan kuat untuk menusuk kulit manusia.

Sama seperti poecilotheria rajaei, racun spesies ini tidak berbahaya bagi manusia. Tapi ukurannya saja sudah cukup membuatmu lari.

Heteropoda maxima
Heteropoda maxima disebut sebagai laba-laba terbesar di dunia bila dilihat dari ukuran rentang kakinya. Bila direntangkan, laba-laba pemburu ini bisa memiliki panjang hingga 30 cm.

Pejantan biasanya memiliki kaki lebih panjang, sementara betina memiliki tubuh lebih besar. Pola bulu mereka biasanya belang abu-abu atau cokelat.

Maxima pertama kali ditemukan di sebuah gua di Laos pada tahun 2011. Mereka asli dari Asia, dan bisa ditemukan juga di Afrika, Australia, dan Amerika Selatan.

Layaknya spesies laba-laba pemburu lain, heteropoda maxima memiliki bentuk tubuh pipih yang membuat mereka mudah bersembunyi dan lewat di celah-celah sempit.

Golden silk orb-weavers
Laba-laba dalam genus Nephila terkenal memiliki jaring sutra lebar berpola roda yang kuat. Untuk laba-laba golden silk orb-weavers, benang sutra mereka memiliki kemilau emas yang khas.

Mengutip Australian Museum, mereka biasa membuat jaring ini di antara pepohonan atau semak-semak untuk menangkap serangga. Namun bukan sesekali jaring mereka justru memerangkap burung dan ular. Dan tentu saja, mereka memakan apa pun yang terperangkap di jaring mereka.

Ukuran laba-laba pada genus Nephila bervariasi; mulai dari 4,1 hingga 6 cm bila kaki-kakinya tidak direntangkan. Beberapa penemuan seperti di Taiwan membuktikan ukuran laba-laba ini bisa mencapai 12 cm. Umumnya, ukuran pejantan jauh lebih kecil dari betina.

Phoneutria nigriventer
Phoneutria nigriventer atau dikenal sebagai laba-laba pisang memiliki rentang tubuh hingga 15 cm. Laba-laba ini mendapat julukan laba-laba pisang karena sering ditemukan bersembunyi di balik daun pohon pisang dan ikut terbawa pengiriman muatan pisang.

Bila terancam, laba-laba ini biasanya akan mengangkat dua pasang kaki depannya dan bergoyang ke kanan kiri.

Untuk laba-laba satu ini, kamu perlu waspada. Racun neurotoksinnya bisa berdampak fatal bagi manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *