Pemicu Jika Barcelona Gugur di Liga Champions Musim 2019/20

Pemicu Jika Barcelona Gugur di Liga Champions Musim 2019/20

Berita Terbaru Semenjak terakhir jadi kampiun Liga Champions pada tahun 2015 yang lalu, Barcelona telah mencoba semuanya untuk kembali dapat mengangkat ‘si kuping lebar’. Tetapi, sesudah keberhasilan itu, Blaugrana terus tidak berhasil serta cuma dapat sampai perempat final di tiga edisi setelahnya.Musim kemarin, perolehan Lionel Messi serta cs di Liga Champions memang bertambah, sesudah mereka meluncur ke babak semi final. Tetapi, hasil itu jelas belum penuhi target di awal kompetisi, yakni menjadi juara.

Mengenai dua musim berturut-turut, Barca harus terdepak lewat cara yang mengejutkan. Masalahnya di ke-2 edisi itu, raksasa Catalunya itu sudah sempat unggul tiga gol terlebih dulu sebelum pada akhirnya harus hentikan langkah memburu ‘si kuping lebar’.

Pemicu Jika Barcelona Gugur di Liga Champions Musim 2019/20

Cemerlang pada musim 2017/18, tak pernah merasakan kekalahan dari babak group, saat berjumpa AS Roma sebenarnya Barcelona sudah sempat menang dengan skor 4-1 di putaran pertama. Tetapi, dengan mengagetkan di putaran kedua, Roma dapat kembali menang. Gol Kostas Manolas pada menit 82 membuat score di Stadion Olimpico jadi 3-0, Roma selamat dengan menang agregat.

Tetapi, walau telah memberikan dana besar, Barcelona belum juga memberikan keyakinan. Paling tidak di tiga pertandingan Liga Spanyol selama ini, tim instruksi Ernesto Valverde ada di tempat ke-8 dengan mendapatkan satu kemenangan, satu kekalahan, serta satu hasil seimbang. Strategi Valverde yang seringkali ditanyakan jadi satu diantara pemicu performa buruk Barca. Tidak hanya sebab Valverde, berikut paling tidak ada beberapa pemicu jika kelak Barcelona kembali tidak berhasil memenangkan Liga Champions.

Masih tergantung dengan Messi
Bursa transfer musim panas kemarin, bukan tanpa ada fakta Barcelona demikian ingin kembali datangkan Neymar, walau selanjutnya tidak berhasil. Masalahnya dalam beberapa musim terakhir semenjak kepergiannya, Barcelona jadi club yang demikian tergantung pada figur Lionel Messi. Musim kemarin contohnya, Barcelona sebenarnya diperkokoh tim bertabur bintang. Ada nama Philippe Coutinho, Ousmane Dembele, Malcom, serta Luis Suarez yang isi posisi depan. Belum posisi tengah yang diperkokoh Arthur Melo, Arturo Vidal, serta Ivan Rakitic. Tetapi, beberapa pemain itu melembek waktu tidak ada Messi.

Tanpa ada Messi, musim kemarin bisa jadi Barcelona terdampar di papan tengah. Masalahnya waktu dimana Barcelona mendapatkan hasil minor sama juga dengan saat La Pulga mangkir atau bermain dibawah perform umumnya. Mengenai pemain lain yang sebetulnya punyai kualitas kelas dunia tidak berhasil tunjukkan perform terbaik.Akan lebih berat dari Liga Spanyol, tanpa ada Messi Barcelona dipandang akan kesusahan di Liga Champions. Telah masuk umur 32 tahun, fisik yang dipunyai Messi pasti tidak sebugar dahulu. Jika sering dimainkan, striker asal Argentina itu dapat terkena luka. Bila tidak selekasnya mengatasi kebergantungan pada Messi, Barcelona dapat kembali gagal.

Pertahanan belum memberikan keyakinan
Satu diantara pemicu Barcelona tidak berhasil di empat musim paling akhir belum juga beralih, yakni pertahanan yang jelek. Musim 2015/16, Barcelona sudah sempat kalah 4-0 dari PSG, sebelum pada akhirnya come back dengan score 6-1 di putaran kedua. Tetapi, mereka tidak dapat mengulanginya saat kalah 3-0 dari Juventus pada musim yang sama.
Musim selanjutnya, seperti yang telah disebut awalnya, Barcelona kalah dari AS Roma 3-3, kalah produktivitas gol tandang. Musim kemarin juga kembali terulang lagi saat hadapi Liverpool, dengan agregat 3-4. Perform posisi belakang yang tetap turun di pertandingan penting akan kembali jadi pemicu kegagalan jika musim ini tidak dibenahi.Musim ini, Valverde tidak menguatkan posisi pertahanan di bursa transfer. Sampai minggu ke-3 di Liga Spanyol, posisi pertahanan Barcelona belum memberikan keyakinan. Gerard Pique serta mitra sampai sekarang telah kecolongan lima kali di tiga pertandingan, tiga di antaranya mengakibatkan Barcelona kehilangan poin di dua pertandingan.

Klub di liga lain yang makin bagus
Seperti yang disebut sebelumnya, setiap musim semenjak akhir kali juara, Barcelona tetap tidak berhasil untuk kembali mendapatkan trofi Liga Champions. Tetapi, tidak hanya karena perform yang tidak segera lebih baik, kualitas musuh yang ditemui Barcelona setiap musimnya bertambah. Liverpool, contohnya. Dua edisi paling akhir, mereka sukses sampai set final.
Tidak hanya Liverpool, klub asal Inggris yang lain, Manchester City, punyai kedalaman tim paling baik di dunia harus diperhitungkan. Dari liga lain, Bayern Muenchen yang musim kemarin tampil menyedihkan sekarang telah berbenah. Pasti tidak lupa Juventus yang diperkuat rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo.Bersama dengan Maurizio Sarri, datangkan bintang seperti Matthijs de Ligt serta Adrien Rabiot, ‘Si Nyonya Tua’ jelas akan meneruskan misi untuk bawa pulang ‘si kuping lebar’. Akan mendapatkan perlawanan ketat dari calon juara lainnya, peluang Barcelona pasti makin tipis. Belum juga Real Madrid yang bisa saja bangkit kembali musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *