Mitos Gula Yang Masih Dipercaya Hingga Sekarang

Mitos Gula Yang Masih Dipercaya Hingga Sekarang

Berita Terbaru Rasa gula yang manis membuat banyak orang menyukainya. Makanan tawar jadi lebih enak karena gula. Selain itu, gula juga bisa menambah energi untuk tubuh. Namun, sebagian orang menghindari gula supaya tidak terkena diabetes atau alasan kesehatan lainnya. Dari semua hal yang orang ketahui, ternyata ada tujuh mitos tentang gula yang selama ini dianggap sebagai fakta.

Mitos Gula Yang Masih Dipercaya Hingga Sekarang

Orang pikir gula yang menyebabkan diabetes
Ada dua tipe diabetes. Diabetes tipe satu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel penghasil insulin di pankreas. Tidak ada hubungannya dengan gula. Sedangkan, diabetes tipe dua disebabkan oleh genetika dan gaya hidup. Beberapa orang mewarisi penyakit diabetes ini dari orangtua atau anggota keluarga lainnya, sehingga menyebabkan dia berisiko lebih tinggi menderita penyakit serupa.

Soal gaya hidup, seseorang yang kelebihan berat badan, tidak pernah olahraga, serta makan sembarang makanan bisa menyebabkan pengembangan insulin meningkat secara signifikan.Nah, hal ini menyebabkan terjadinya diabetes. Gula mungkin memiliki kontribusi tentang berat badan berlebihan, tapi jika diimbangi dengan olahraga yang teratur, maka itu bisa mengurangi risiko obesitas.

Orang pikir anak-anak yang mengonsumsi banyak gula akan jadi hiperaktif
Banyak orang berpikir bahwa kandungan gula yang berlebih pada anak bisa membuatnya menjadi hiperaktif dan banyak tingkah. Gula memang menciptakan energi, tapi tidak membuat anak jadi hiperaktif. Menurut penelitian, kebanyakan orangtua salah mengenali reaksi yang timbul dari anak-anak tentang banyak tingkah ini. Banyak yang berpikir bahwa itu dikarenakan gula, padahal bukan. Anak menjadi banyak tingkah dengan berteriak bahagia, berlarian, atau bahkan melompat-lompat itu dikarenakan kebahagiaan yang dirasakannya.

Gula bisa membuat kanker tumbuh dengan cepat
Menurut Mayo Clinic, gula tidak berpengaruh dalam perkembangan kanker. Gula justru digunakan untuk menambah energi pada tubuh akibat penyakit. Penelitian tersebut mengatakan bahwa penggunaan gula dilakukan dalam jumlah besar, bisa membuat sel kanker berkembang tapi tidak dengan mempercepat.

Orang pikir gula menyebabkan gigi berlubang
Gigi yang berlubang disebabkan oleh asam yang diproduksi bakteri yang memakan gula. Namun, bakteri tersebut juga memakan banyak karbohidrat yang tertinggal di gigi dari makanan lain, seperti biji-bijian dan buah. Tidak bisa menyalahkan semuanya pada gula, karena sebenarnya yang jadi penyebab utama gigi berlubang adalah plak. Menjaga gigi dengan baik dan sikat gigi sebelum tidur, plak gigi akan berkurang dan bisa mengurangi risiko gigi berlubang.

Gula olahan selalu memiliki dampak buruk
Banyak orang tidak ingin menggunakan gula olahan dan menggantinya dengan gula alami. Gula olahan tidak selamanya buruk, padahal justru baik untuk diet. Gula olahan mengandung kalori yang sangat sedikit, dibanding dengan gula alami. Sehingga kamu yang ingin mengurangi berat badan bisa mengonsumsi gula olahan.Selain itu, gula olahan cenderung tidak meningkatkan kadar gula darah, karena tidak termasuk karbohidrat. Berbeda dengan gula alami yang mengandung karbohidrat dan dapat memicu kerja insulin.

Gula bisa menyebabkan kecanduan
Sebuah studi mengatakan bahwa orang yang menyukai gula belum tentu kecanduan. Ada beberapa macam tipe kecanduan yaitu obsesi konstan, kehilangan kontrol, penggunaan meningkat, dan ketidakpuasan saat tidak terpenuhi.Studi tersebut menyatakan dari semua orang yang telah menjalani tes tentang gula dan kecanduan, hanya sedikit yang mengalami gejala kecanduan di atas. Jadi, gula bisa menyebabkan kecanduan adalah mitos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *