Apa Itu Tantrum serta Sensory Meltdown Pada Anak ?

Apa Itu Tantrum serta Sensory Meltdown Pada Anak ?

Berita Terbaru Beberapa orang tua memandang anak yang menangis sampai menjerit-jerit atau bahkan juga melempar barang ialah sinyal mereka alami tantrum. Tetapi nyatanya, keadaan itu tidak selamanya jadi sinyal mereka alami tantrum. Mungkin anak mengalami kondisi yang diberi nama sensory meltdown. Sudah pernah dengar awalnya?

Walaupun sekilas tandanya kelihatan sama, sebetulnya tantrum serta sensory meltdown pada anak ialah dua keadaan yang berbeda. Menurut Amori Makami, seseorang profesor di Departemen Psikologi University of British Colombia, tantrum itu umumnya berlangsung saat anak inginkan suatu, tetapi tidak dituruti, hingga dia lakukan hal yang berlebihan.

“Tantrum ialah strategi yang mereka lakukan untuk memperoleh sesuatu yang diharapkan,” tutur Mikami yang dilansir dari Todays Parent.

Ia merekomendasikan orangtua untuk menjelaskan ‘tidak’ dengan tenang tetapi tegas. Bila orangtua konsisten, tantrum mungkin dapat di stop. Jika tidak, Anda mungkin beresiko membesarkan anak yang pandai memanipulasi emosinya untuk memperoleh apa yang diinginkan. Lalu apa perbedaannya dengan sensory meltdown pada anak?

Saat anak Anda alami sensory meltdown, mungkin dia akan mengamuk tetapi sebetulnya itu bukan kemauannya, Moms. Si kecil mungkin kerepotan dengan emosional sampai tidak dapat tunjukkan emosinya secara benar.

Apa Itu Tantrum serta Sensory Meltdown Pada Anak ?

Contohnya saja dia mengalami kecapekan, geram, atau bahkan juga waktu keadaan semangat juga, si kecil dapat alami sensory meltdown. Satu diantara pertanda, bila Anda telah lakukan banyak langkah seperti memberitahunya tetapi tidak hentikan tangisan atau amukannya, peluang dia alami sensory meltdown.

“Saat anak telah kehilangan kendali, dia tidak paham apa yang mereka kehendaki ataukah tidak mereka kehendaki. Amukannya sebetulnya tidak mempunyai arah apa pun. Serta tiap anak mempunyai langkah yang berbeda menunjukkan tanda-tanda meltdown,” tutur Mikami.

Lalu, bagaimana ya hadapi anak yang alami sensory meltdown?

jangan kuatir dahulu. Anda dapat kok menolong anak kenal emosinya semenjak awal. Hingga saat telah bergerak dewasa, mereka tidak bingung dengan perasaannya sendiri. Kita dapat mengawalinya lewat cara mengemukakan beberapa kata yang lembut untuk menenangkannya, kemudian janganlah lupa berikan pelukan.Tetapi hati-hatilah untuk pilih beberapa kata untuk menenangkannya. Contohnya, “Jangan cemas, semua baik-baik saja” atau “Jangan takut, ada ibu di sini”. Diluar itu, terkadang orangtua sering ingin buru-buru hentikan amarah anak. Walau sebenarnya Anda tidak butuh buru-buru lakukan hal tersebut, sebab menangis adalah caranya tunjukkan emosi.

“Bila Anda tidak berusaha untuk menghentikannya saat dia mulai emosional, itu tunjukkan rasa empati padanya. Kita harus mengerti jika anak mempunyai emosi. Jadi jangan menghentikannya,” tutur Gail Bell, Co-founder of Parenting Power.

Jadi pokoknya, jangan cepat-cepat geram pada anak waktu dia nangis atau mengamuk. Ketahui dahulu tanda-tandanya, apa si kecil cuma tunjukkan emosi atau mungkin sedang tantrum, supaya penanganannya juga tidak salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *