Dampak Buruk Terlalu Lama Berada di Bawah AC

Dampak Buruk Terlalu Lama Berada di Bawah AC

Berita Terbaru Perkantoran yang menerapkan konsep ramah lingkungan memang sehat, sejuk dan nyaman tapi gak bisa dipungkiri bahwa itu menghabiskan banyak biaya. Kantor yang pada umumnya gak mau ribet dengan konsep tersebut, akhirnya lebih memilih AC (air cooler/conditioner) atau pendingin ruangan untuk kenyamanan para pekerjanya. Tapi perlu diketahui bahwa bekerja 8 jam di bawah AC mampu menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Sebagaimana berdasarkan penelitian dari Dr. Gauri Mankekar, seorang konsultan ahli bedah ENT di Rumah Sakit Hinduja di India, bekerja lama di bawah AC akan menimbulkan 8 risiko kesehatan serius. Berikut ini adalah daftar dari penjabaran Dr. Mankekar!

Dampak Buruk Terlalu Lama Berada di Bawah AC

Tubuh melemah dan mudah terserang penyakit
Bekerja di luar ruangan atau di udara alami dibuktikan mampu meningkatkan imunitas, karena sel darah putih yang bertugas melawan bakteri membutuhkan oksigen dalam jumlah banyak untuk berfungsi secara efektif. Oksigen yang cukup akan membuat tekanan darah dan denyut jantungmu stabil karena tubuh gak harus bekerja ekstra untuk menutup kekurangan oksigen. Semakin jarang di luar, semakin melemah imunitas tubuhmu.

Menurunnya rasa bahagia akibat kurangnya produksi hormon serotonin
Tingkat oksigen dalam darah juga terhubung dengan produksi hormon serotonin yang merupakan hormon kebahagiaan. Karena itulah kamu akan merasa lebih tenang, nyaman dan betah ketika bekerja di lingkungan asri yang alami.

Besar risiko terserang infeksi pernapasan
Paru-parumu berisiko besar jika terlalu sering terpapar AC. Kamu berisiko terkena infeksi pernapasan yang diawali pilek biasa, sakit kepala yang berkelanjutan, tenggorokan gatal dan gejala flu lainnya. Sesekali ke luar ruangan yang gak berpolusi akan membantu menjernihkan saluran pernapasan dan menetralkan racun-racun bawaan udara.

Menyebabkan kekeringan selaput lendir pada hidung dan mulut
Jalan pernapasan kita, sinus dan tenggorokan membutuhkan kelembaban yang cukup untuk bisa memfungsikan daya imunitasnya dengan baik. Sel imun yang berfungsi dengan baik akan menangkap virus, bakteri dan alergen, selaku pertahan tubuh paling pertama melawan patogen bawaan udara. Kebanyakan AC gak dilengkapi pelembab udara dan menyebabkan kekeringan di udara sekitarnya sehingga selaput lendir kita ikut kering.

Merusak dan menyebabkan masalah berkelanjutan untuk kulit
Sering terpapar udara dingin dalam waktu lama dapat menimbulkan masalah pada elastisitas kulit, menimbulkan rasa gatal, pecah-pecah dan mengerut. Bahkan AC sering menyebabkan gangguan kulit seperti dermatitis dan eksem yang dikeluhkan oleh pekerja kantoran pada umumnya

Menjadi penyebab risiko pertumbuhan dan penyebaran jamur
Yang lebih berbahaya daripada suhu dingin adalah tumbuhnya jamur meskipun dalam ukuran mikro. Jamur ini awalnya akan tumbuh di ventilasi dan penyaring AC. Dengan kelembaban dalam mesin AC yang tinggi serta debu yang bertumpuk di dalamnya, menjadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan jamur dan menyebarkannya ke seluruh ruangan.

Bisa menyebarkan bakteri dan virus dengan mudah
Sebenarnya penyaring udara di AC sudah berfungsi untuk mencegah penyebaran bakteri dan virus. Tapi kalau gak dibersihkan secara teratur, justru akan membantu penyebaran bakteri dan virus dengan mudah. Sehingga ketika seseorang di ruangan terserang penyakit akibat bakteri atau virus, justru akan dengan mudah menularkannya pada orang lain.

Mampu menyebabkan gangguan sendi akibat perubahan suhu drastis
Suhu ruangan akibat AC yang berbeda jauh dengan luar ruangan, akan menyebabkan gangguan sendi serius bagi seseorang yang baru masuk ke ruangan setelah terpapar panasnya udara luar. Awalnya akan terasa sekedar pegal-pegal. Namun jika terus-terusan dilakukan akan berbahaya bagi elastisitas sendimu.s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *