Kebijakan AS : Berikan Lisensi Pada Perusahaan yang Jual Teknologi ke Huawei

Kebijakan AS : Berikan Lisensi Pada Perusahaan yang Jual Teknologi ke Huawei

Berita Terbaru Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross menjelaskan pihaknya akan mengeluarkan lisensi untuk perusahaan yang ingin jual barang ke Huawei Technologies. Lisensi ini akan dikeluarkan buat perusahaan yang tidak memberi ancaman pada keamanan nasional AS.

Walau demikian, Ross memperjelas Huawei akan ada di daftar entitas atau daftar hitam perdagangan negara adidaya itu.

“Untuk mengaplikasikan instruksi KTT G20 dua minggu lalu, kami akan keluarkan lisensi dimana tidak ada intimidasi pada keamanan nasional. Dalam batasan itu, kami akan coba pastikan jika kami bukan sekedar mentransfer penghasilan dari Amerika ke perusahaan asing,” katanya diambil Hostcoremedia dari Reuters.

Sesudah perusahaan tehnologi China itu ditambah lagi ke daftar entitas, beberapa industri semikonduktor melobi pemerintah supaya diperbolehkan untuk jual barang mereka hingga bisa dengan gampang dibeli Huawei.

Secara terpisah, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menjelaskan pada jurnalis CNBC jika kemudahan pemerintah AS pada Huawei itu bisa sesaat menolong penghasilan perusahaan.

Tetapi, Kudlow memberikan tambahan pembelian suku cadang serta elemen piranti Huawei masih dilarang seperti tehnologi yang menyertakan jaringan 5G. Berarti, perusahaan pembuat cip akan diperbolehkan untuk jual produk mereka ke Huawei.

Kebijakan AS : Berikan Lisensi Pada Perusahaan yang Jual Teknologi ke Huawei

“Kami buka itu [peluang jual produk ke Huawei] untuk periode waktu hanya terbatas. Saya anggap itu akan memberi dikit kelegaan buat Huawei,” katanya.

Tidak lama selesai Huawei masuk ke daftar hitam perdagangan, Departemen Perdagangan AS keluarkan satu lisensi umum yang sangat mungkin perusahaan untuk menjaga jaringan yang ada serta memberi pembaharuan piranti lunak ke handset Huawei. Sayangnya, lisensi itu akan selesai pada 19 Agustus tapi bisa diperpanjang.

Amerika Serikat sudah menyertakan China dalam perang dagang besar atas dakwaan jika negara gorden bambu itu mengambil kekayaan cendekiawan AS serta memaksakan perusahaan-perusahaan untuk mentransfer tehnologinya ke perusahaan China untuk memperoleh akses ke pasar tehnologi yang besar.

Diketahui tahun 2018, pemerintah AS keluarkan satu undang-undang yang mengharuskan perusahaan retail untuk bikin ketentuan baru dalam tingkatkan pengawasan atas penjualan tehnologi tersendiri di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *